fbpx

Pandemic covid-19 di seluruh dunia memukul hampir seluruh faktor kehidupan manusia. Bermula diakhir tahun 2019 di Wuhan Cina, virus corona menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara di asia dan dunia dengan penyebaran virus corona paling tinggi.

Selain menimbulkan korban jiwa, pandemic covid-19 juga menghantam perekonimian dan dunia usaha Indonesia. Tak pandang bulu, semua sector usaha baik itu perusahaan besar hingga usaha kecil berimbas efek penyebaran virus corona. Sektor ekonomi kemasyarakatan UMKM benar-benar mengalami cobaan berat. Perlambatan ekonomi diikuti menurunnya daya beli masyarakat menjadikan pelaku UMKM harus memikirkan strategi lain untuk dapat bertahan.

Sektor UMKM di Indonesia yang slama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia. Tecatat tenaga kerja Indonesia banyak terserap dari sector ini. “Limbungnya” UMKM Indonesia mempengaruhi perkembangan ekonomi tanah air. Bahkan diakhir tahun 2020 ini, pemerintah resmi mengumumkan Indonesia masuk dalam jurang resesi, menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kondisi sekarat.

Dalam beberapa catatan, efek pandemic covid-19 ini menurunkan omzet UMKM hingga 90%. Tak sedikit pelaku usaha yang gulung tikar dan sebagian lagi berusaha bertahan dalam kondisi ketidak pastian. Efeknya, tentu banyak pekerja yang dirumahkan karena tidak adanya proses produksi.

Hal serupa juga dialami oleh PT Hari Mukti Teknik. Sebagai perusahaan berkembang yang memproduksi mesin laundry industry dan aneka mesin rekaya teknik, efek pandemic ini juga mempengaruhi kondisi perusahaan. Dimana pangsa pasar mesin-mesin laundry adalah hotel dan rumah sakit.

Ditengah keterpurukan ekonomi Indonesia, PT Hari Mukti Teknik tetap berusaha untuk bertahan. Tetap melakukan kegiatan produksi dengan tentunya tetap menjalankan protocol kesehatan dan menjaga kualitas produk sesuai dengan standar. Selain tetap memproduksi mesin-mesin laundry berkualitas, PT Hari Mukti Teknik juga melakukan inovasi membuat produk-produk baru sesuai kebutuhan pasar saat ini. Dong So Automatic Wastafel, adalah salah satu karya yang diproduksi dimasa pandemic. Wastafel otomatis ini menjadi produk yang paling banyak dicari konsumen. Seiring dengan prosedur “new normal” yang digalakan. Salah satunya adalah mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir. Dan Dong So Automatic Wastafel hadir sebagai jawaban akan kebutuhan wastafel otomatis yang higienis, karena tak perlu bersentuhan dengan keran (zero touch) saat mencuci tangan.

Efek pandemic covid-19 selama tahun 2020 ini diperkirakan masih akan berlanjut ditahun 2021. Dan pendapat dari sebagian pengamat ekonomi pun masih pesimis dengan kondisi perkembangan perekonimian Indonesia.

Berkaca dari perjalanan ditahun 2020 ini, kita tak cukup “kerja keras” saja, tapi juga mesti “kerja cerdas”. Karena efek pandemic covid-19 tak hanya berdampak pada perusahaan kecil saja, bahkan perusahaan besar yang mendunia pun tak terkecuali terimbas.

Menghadapi 2021, para pelaku usaha UMKM dituntut untuk extra kreatif agar kegiatan usahanya tetap berajalan. Tentunya dukungan dari pemerintah sebagai regulator diharapan dapat membuat kebijakan-kebijakan dan peranturan yang membantu pelaku usaha dalam negeri khususnya UMKM. Dan tentunya peran masyarakat Indonesia juga diharapkan saat ini untuk beralih memilih dan menggunakan produk-produk dari UMKM. Karena dengan partisipasti tersebut secara langsung kita bersama dapat menyelematkan perekonomian Indonesia.

Saatnya kita bangkit bersama dan menatap tahun 2021 dengan optimis. Dan pastinya menyerahkan segalanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih. Karena segala usaha dan upaya kita tentunya ujungnya adalah mengharapkan ridhoNYA.

Salam Kanaba, Maju dan Berkembang Bersama

 

Tantangan UMKM Indonesia ditahun 2021
WhatsApp chat