PT HARI MUKTI TEKNIK

Edit Template

Inovasi Ashari, pemuda asal Bantul Yogyakarta ini luar biasa. Dilatarbelakangi keprihatinan terhadap mahalnya harga mesin laundry impor membuatnya berkreasi merakit sendiri mesin pencuci dengan harga jauh lebih terjangkau. Hebatnya, mesin yang diberi nama Kanaba ini mampu bersaing dengan produk impor dan menembus pasar internasional.

“Produk itu mampu bersaing dengan mesin impor, harganya pun jauh lebih murah, selisihnya hampir 30 persen dengan mesin lain dikelasnya. Bahan yang digunakan bersumber dari dalam negeri serta tenaga kerja juga asal negeri sendiri,” ujar Ashari yang juga menjaba sebagai Direktur UD. Hari Mukti Teknik di Jakarta (24/03). Atas kerja kerasnya, kerya mesin laundry dan pengering made in Indonesia ini lantas meraih sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Penerapan SNI semakin memberi jaminan dan rasa aman bagi produksinya menembus pasar global. Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku pembina penerapan SNI mengatakan Kanaba adalah produk yang aman dan bermutu karena sudah sesuai SNI yang selaras dengan Standar Internasional. SNI yang diterapkan oleh UD. Hari Mukti Teknik dengan merk dagang Kanaba adalah SNI ISO 9001:2015; SNI IEC 60335-11 dan SNI ISO 10472-6.

Keberhasilan Kanaba meraih SNI sekaligus menepis anggapan negatif yang berkembang di kalangan pelaku UMKM selama ini, bahwa meraih SNI dianggap sulit untuk UMKM. Namun Ashari justru mengaku proses meraih SNI untuk produknya sangat mudah dan cepat. “Ikuti aturannya, penuhi prosedurnya, Insya Allah cepat. Yang terpenting adalah komitmen. Asal disertai komitmen dan konsistensi, UMKM pun bisa meraih SNI dan memenangkan pasar di dunia usaha,” ujar Ashari dalam rilisnya kepada Sains Indonesia.

Kanaba saat ini telah digunakan di sejumlah daerah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua dan Timor Leste. Produk karya anak bangsa ini membuktikan bahwa sertifikasi SNI dapat membuka peluang pangsa pasar baru bagi mesin laundry, dapat menembus pasar nasional dan global. Target pasaran mesin ini adalah rumah sakit seluruh Indonesia, hotel seluruh Indonesia, pabrik garmen dan usaha laundry profesional.

Kepala Bidang Pemasyarakatan Standar BSN, Nur Hidayati menyatakan bahwa untuk meningkatkan daya saing produk lokal ke tingkat nasional dan global, BSN membina UMKM dalam penerapan SNI. BSN mendampingi UMKM dalam penyiapan sistem mutu, penataan proses produksi, pengujian produk, dan fasilitasi sertifikasi SNI. ”UD. Hari Mukti Teknik merupakan salah satu UMKM yang telah dibina BSN dan menjadi role model dalam penerapan SNI. UMKM sebagai pahlawan perekonomian bangsa harus terus bangkit dan semangat untuk mampu berkompetisi di tingkat global dengan penerapan standar. Menerapkan standar tidak sulit, asalkan mau belajar, ulet, dan berkomitmen untuk maju,” pesan Nur Hidayati.

Sumber: Sains Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat