fbpx

TEMBUS PASAR GLOBAL DENGAN MESIN LAUNDRY BER-SNI

Keprihatinan mesin laundry impor dengan harga yang tinggi menjadikan pemuda asal Bantul Yogyakarta, Ashari berkreasi di bengkel kerjanya, merakit sendiri mesin pencuci dengan harga lebih terjangkau. Ashari mengatakan, proses pembuatan satu mesin laundry dan pengering membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Proses tersebut terdiri dari persiapan bahan, perancangan, perakitan sampai finishing, dan dikerjakan oleh karyawan sejumlah 7 orang, yang seluruhnya berasal dari warga sekitar rumahnya yaitu di Bantul. Orientasi Ashari adalah memanfaatkan potensi sumberdaya setempat untuk mengangkat hajat hidup warga sekitar tempat tinggalnya yang belum punya ketrampilan berkarya untuk menatap kehidupan lebih baik, dengan motto “maju dan berkembang bersama”.
Produk itu diklaim mampu bersaing dengan mesin impor. “Harganya pun jauh lebih murah, bisa selisih hampir 30 persen dengan mesin yang sekelas. Selain itu, bahan yang digunakan bersumber dari dalam negeri serta tenaga kerja juga asal negeri sendiri,” ujar Direktur UD. Hari Mukti Teknik, Ashari dalam Clean & Laundry Expo 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta pada Jumat (24/03/2017). Karya dan kerja kerasnya merakit mesin laundry dan mesin pengering kemudian meraih sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Penerapan SNI semakin memberi jaminan dan rasa aman bagi produksinya menembus pasar global.

WhatsApp chat